Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 (Studi Kasus : Simpang Jalan Raya Pasar Minggu dan Jalan Kalibata Tengah)
DOI:
https://doi.org/10.71417/jitie.v1i1.2Keywords:
Derajat Kejenuhan, Jalan Raya Pasar Minggu, PKJI 2023, Simpang Tak Bersinyal, Tingkat PelayanaAbstract
Jalan Raya Pasar Minggu merupakan jalan arteri sekunder yang menghubungkan Kecamatan Pasar Minggu dan Kecamatan Pancoran, serta menjadi jalur utama pergerakan kendaraan dari arah Depok menuju kawasan pusat kegiatan seperti Pancoran, Cawang, dan Setiabudi. Akibat tingginya intensitas lalu lintas, kemacetan sering terjadi di beberapa titik simpang, salah satunya di Simpang Jalan Raya Pasar Minggu – Jalan Kalibata Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal tersebut berdasarkan metode PKJI 2023, serta memberikan alternatif solusi peningkatan kinerja simpang. Pengambilan data dilakukan melalui survei volume lalu lintas selama tiga hari, yaitu pada tanggal 19, 22, dan 23 Juni 2025 dengan metode off-situ. Data hasil survei kemudian dianalisis dan dievaluasi kinerja simpang berdasarkan nilai derajat kejenuhan (DJ) dan Level of Services. Hasil survei menunjukkan bahwa arus lalu lintas puncak terjadi pada hari Kamis, 19 Juni 2025 pukul 06.15–07.15 WIB, dengan total kendaraan sebanyak 13.607 kendaraan per jam, yang dikonversikan menjadi 4.160 SMP/jam. Analisis kinerja kondisi eksisting menunjukkan derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,934, tundaan 16,56 detik/SMP, dan tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) C. Meskipun LOS memenuhi batas minimal sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 96 Tahun 2015, nilai DJ tidak memenuhi kriteria lulus menurut PKJI 2023. Dua alternatif skenario dirancang: Alternatif 1 (penutupan belok kanan dari jalan mayor) menghasilkan DJ sebesar 0,851 dan LOS B, namun belum lulus. Alternatif 2 (penutupan belok kanan dari jalan mayor dan minor) menunjukkan hasil yang lebih baik dengan DJ sebesar 0,794, tundaan 13,16 detik/SMP, LOS B, dan dinyatakan lulus penilaian kinerja. Oleh karena itu, alternatif 2 direkomendasikan sebagai solusi untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi simpang.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik. (2023a). Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Provinsi dan Jenis Kendaraan (unit), 2023.
Badan Pusat Statistik. (2023b). Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi DKI Jakarta (Jiwa), 2022-2023.
DKI Jakarta. (2022). Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Emzir. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Raja Grafindo Persada.
Kementerian PUPR. (2023). Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023.
Kikuchi, T., & Hayashi, S. (2020). Traffic Congestion In Jakarta And The Japanese Experience Of Transit-Oriented Development. S. Rajaratnam School of International Studies.
Puspitasari, D. (2023). Warga Ngeluh U-Turn Jalan Pasar Minggu Arah Kalibata Bikin Macet. Detiknews.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (2009).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. (2004).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andhika Haliya Saputra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












