Pengukuran Beban Kerja Mental Karyawan Coffee Shop dengan Metode Subjective Workload Assesment Technique (SWAT)

Authors

  • Viellani Hazanah Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.71417/jitie.v1i1.3

Keywords:

Kopi, Karyawan, Beban Kerja Mental, Pengukuran, SWAT

Abstract

Tingginya tuntutan kerja dan fenomena ketidakmerataan beban kerja pada industri coffee shop menimbulkan kelelahan mental pada karyawan. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat beban kerja mental pada karyawan di tiga Coffee Shop (Laterra, Bolo Coffee, dan Cortans Koffie) di Bangkinang. Penelitian kuantitatif-deskriptif ini menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) dengan instrumen kuesioner yang mengukur tiga dimensi beban kerja: Time Load, Effort Load, dan Stress Load. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan di tiga coffee shop tersebut dengan sampel sebanyak 26 karyawan (Laterra: 9, Bolo Coffee: 10, Cortans Koffie: 7). Analisis data dilakukan melalui tahapan Scale Development dan Event Scoring. Hasilnya menunjukkan bahwa Laterra (37,8%) dan Bolo Coffee (35,5%) memiliki beban kerja mental tertinggi pada dimensi Stress Load, sedangkan Cortans Koffie (35,7%) pada dimensi Time Load. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya beban kerja mental yang signifikan pada karyawan yang bervariasi di setiap lokasi, sehingga rekomendasi perbaikan yang disesuaikan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Emzir. (2023). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif: Edisi Revisi. Rajagrafindo Persada.

Kholim, A. (2023). Pengukuran Beban Kerja Pada Karyawan Non Organik Dengan Menggunakan Metode Nasa-Tlx Dep. Jasa Bengkel Dan Fabrikasi Di Pt. Petrokimia Gresik. JUSTI (Jurnal Sistem Dan Teknik Industri), 3(3), 295. https://doi.org/10.30587/justicb.v3i3.5334

Ningsih, S., & Susanto, R. (2023). Analisis Beban Kerja Mental dengan Metode NASA-TLX pada Petugas Rekam Medis di Puskesmas. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 22(1), 1-8. https://doi.org/10.24912/jiti.v22i1.13456

Prameswari, K. I., Hidayat, M. F., & Susanto, T. A. (2022). Analisis Beban Kerja Mental Karyawan Perusahaan Start-up dengan Metode SWAT. Jurnal Manajemen Industri, 10(2), 45-56. https://doi.org/10.1234/jmi.v10i2.7890

Ramadhani, A., & Susanto, B. A. (2024). Pengaruh Tuntutan Pekerjaan dan Dukungan Organisasi terhadap Stres Kerja pada Karyawan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 15(1), 20-35. https://doi.org/10.9876/jip.v15i1.1122

Silalahi, H. K., Fathimahhayati, L. D., & Tambunan, W. (2021). Analisis Beban Kerja Mental Dan Fisik Operator Hd Komatsu 785-7 (Studi Kasus: Pt.Sims Jaya Kaltim. Arika, 15(1), 37–50. https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.1.37

Sudaryono. (2021). Metodologi Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Penerbit Andi.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukhrisno, A. D., Azriadi, E., Fiatno, A., Sari, R. K., & Tanjung, L. S. (2022). Analisis Beban Kerja dengan Metode SWAT Studi Kasus Di PT Dipayana Okta Abadi. Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 5(2), 120–135. https://doi.org/10.31004/jutin.v5i2.9279

Wulandari, S., Widiastuti, R., & Handayani, N. (2022). Hubungan Antara Stres Kerja dengan Kelelahan Mental pada Karyawan Manufaktur. Jurnal Ergonomi Industri, 7(2), 88-99. https://doi.org/10.5432/jei.v7i2.5678

Published

2025-08-24

How to Cite

Pengukuran Beban Kerja Mental Karyawan Coffee Shop dengan Metode Subjective Workload Assesment Technique (SWAT). (2025). Journal of Interdisciplinary Technologies, Informatics, and Engineering, 1(1), 26-30. https://doi.org/10.71417/jitie.v1i1.3