Analisis Beban Kerja Mental menggunakan Metode NASA-TLX untuk Mengevaluasi Beban Kerja Karyawan Cafe

Authors

DOI:

https://doi.org/10.71417/jitie.v1i1.5

Keywords:

Beban Kerja Mental, Cafe, Karyawan, NASA-TLX, Produktivitas

Abstract

Kinerja karyawan merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan tersebut dalam pekerjaannya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu. Dari kegiatan pekerjaan karyawan dapat menimbulkan beban kerja mental dan fisik. Kerja fisik merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan menggunakan otot, sedangkan kerja mental menggunakan otak untuk pemikiran utama. Metode yang digunakan dalam pengukura beban kerja mental dalam penelitian ini, yaitu menggunakan metode NASA-TLX dengan perhitungan pembobotan dan pemberian rating menggunakan 6 indikator : kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performansi, tingkat usaha, dan tingkat frustrasi. Hasil perhitungan beban kerja mental karyawan Cafe Mocal Space dilakukan terhadap 9 orang responden yang terdiri dari 1 manajer dan 8 karyawan dengan hasil pengukuran sesuai rating. Adapun bagian pekerjaan dengan tingkat beban kerja tinggi ditemukan pada karyawan yang bertugas sebagai barista (1 orang) dan juru masak (1 orang) dengan rata-rata WWLtingkat beban kerja sebesar 84,3 pada karyawan barista 1 dan 83,6 pada karyawan  juru masak 1. Sebagai output penelitian, diberikan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan kerja pada karyawan Cafe Mocal Space guna mengatasi permasalahan beban kerja mental karyawan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hart, S. G., & Staveland, L. E. (1988). Development of NASA-TLX (Task Load Index): Results of empirical and theoretical research. In P. A. Hancock & N. Meshkati (Eds.), Human mental workload (pp. 139–183). North Holland.

Haryono, M., Wibowo, R. K., & Pratikto, Y. (2021). Peran kualitas layanan dan citra merek terhadap kepuasan pelanggan: Studi kasus pada industri kafe. Jurnal Manajemen dan Bisnis Digital, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.33406/jmbd.v1i1.2345

Isnaini, I. K., & Wijono, S. (2023). Hardiness dan stres kerja karyawan restoran Kampoeng Kopi Banaran Bawen. Jurnal Ilmiah PSYCHE, 17(1), 29–38.

Prasetyo, A. D., & Fitriani, A. (2022). Pengaruh tekanan kerja dan dukungan sosial terhadap burnout pada karyawan. Jurnal Psikologi, 15(2), 123–135. https://doi.org/10.22146/jpsi.67890

Purnama, M., Sari, E. P., & Hidayat, R. (2021). Analisis turnover intention pada karyawan industri kreatif: Studi kasus pada startup di Jakarta. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 20(3), 211–225.

Sukhrisno, A. D., Sari, R. K., Azriadi, E., Fiatno, A., & Tanjung, L. S. (2022). Analisis beban kerja dengan metode SWAT: Studi kasus. Jurnal Teknik Industri, 5(2), 220–229. https://doi.org/10.31004/jutin.v5i1.9297

Yudhawardana, A., & Rhamadani, M. N. (2024). Pengaruh beban kerja mental dan fisik terhadap kinerja karyawan pada sektor perhotelan. Jurnal Teknik Industri, 7(1), 45–56. https://doi.org/10.2088/jti.v7i1.1234

Published

2025-08-24

How to Cite

Analisis Beban Kerja Mental menggunakan Metode NASA-TLX untuk Mengevaluasi Beban Kerja Karyawan Cafe. (2025). Journal of Interdisciplinary Technologies, Informatics, and Engineering, 1(1), 45-51. https://doi.org/10.71417/jitie.v1i1.5