Persepsi Wartawan terhadap Strategi Headline Clickbait pada Konten Berita TikTok @republikaonline

Authors

  • Faiza Haqiqi Universitas Bina Sarana Informatika image/svg+xml Author
  • RR Roosita Cindrakasih Author
  • Sultan Himawan Author

DOI:

https://doi.org/10.71417/jitie.v1i1.16

Keywords:

Clickbait, Fenomenologi, Headline, TikTok, Wartawan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wartawan terhadap penggunaan headline clickbait dalam konten berita yang dipublikasikan melalui platform media sosial TikTok, dengan studi kasus pada akun @republikaonline yang menayangkan judul “Anggota DPR Menangis Mendengar Penjelasan Menteri Kebudayaan Soal 1998”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan wartawan dari media nasional. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori fenomenologi Alfred Schutz yang menitikberatkan pada pengalaman subjektif dan makna sosial di balik tindakan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata “nangis” dalam judul tersebut merupakan bentuk strategi clickbait emosional yang bertujuan untuk membangkitkan rasa ingin tau dan mendorong pembaca untuk melihat lebih lama suatu konten di media sosial. Namun demikian, informan menegaskan bahwa efektivitas dan etika dari penggunaan clickbait sangat bergantung pada kesesuaian antara headline dan isi konten. Ketidaksesuaian antara keduanya dinilai dapat menurunkan kredibilitas media, merusak kepercayaan publik, dan mengganggu integritas jurnalistik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dalam memahami dinamika jurnalisme digital serta peran wartawan dalam menjaga keseimbangan antara daya tarik konten dan kejujuran informasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Z., Suryani, N., & Prasetyo, W. (2021). Clickbait dan etika jurnalistik di era digital: Studi kasus pada media daring Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 145–160. https://doi.org/10.24002/jik.v19i2.5173

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Laporan survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia 2024. APJII. https://apjii.or.id/downfile/file/Survei-Internet-APJII-2024.pdf

Biyani, P., Tsioutsiouliklis, K., & Blackmer, J. (2016). “8 amazing secrets for getting more clicks”: Detecting clickbaits in news streams using article informality. Proceedings of the AAAI Conference on Artificial Intelligence, 30(1), 94–102. https://doi.org/10.1609/aaai.v30i1.10026

Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2015). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (3rd ed.). Sage Publications.

Loewenstein, G. (1994). The psychology of curiosity: A review and reinterpretation. Psychological Bulletin, 116(1), 75–98. https://doi.org/10.1037/0033-2909.116.1.75

Masduki, M., Raharjo, T., & Wicaksono, A. (2025). Etika jurnalistik di media sosial: Tantangan wartawan dalam era disrupsi digital. Jurnal Komunikasi dan Media Digital, 7(1), 23–39.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications.

Neubauer, B. E., Witkop, C. T., & Varpio, L. (2019). How phenomenology can help us learn from the experiences of others. Perspectives on Medical Education, 8(2), 90–97. https://doi.org/10.1007/s40037-019-0509-2

Nugroho, R., & Hidayat, D. (2023). TikTok journalism: Transformasi penyajian berita di era media sosial. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(1), 45–60. https://doi.org/10.7454/jki.v12i1.1193

Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y

Sahir, S. (2022). Analisis data kualitatif model Miles dan Huberman dalam penelitian sosial. Bandung: Alfabeta.

Silverman, D. (2021). Qualitative research (6th ed.). Sage Publications.

Wibawa, A. S. (2020). Dilema wartawan di era digital: Antara trafik dan integritas. Jurnal Etika Komunikasi, 5(1), 55–67. https://doi.org/10.31940/jekom.v5i1.1950.

Published

2025-10-17

How to Cite

Persepsi Wartawan terhadap Strategi Headline Clickbait pada Konten Berita TikTok @republikaonline. (2025). Journal of Interdisciplinary Technologies, Informatics, and Engineering, 1(1), 101-105. https://doi.org/10.71417/jitie.v1i1.16