Perbandingan Perilaku Struktur Kolom Berjenjang dan Tidak Berjenjang Gedung FMIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.71417/jitie.v1i1.10Keywords:
Kolom, Perilaku Struktur Gedung, Struktur Tahan GempaAbstract
Yogyakarta merupakan wilayah dengan tingkat risiko gempa yang tinggi, sehingga perencanaan struktur bangunan harus memperhatikan ketahanan terhadap beban seismik. Gedung FMIPA UGM sebagai fasilitas pendidikan bertingkat memerlukan sistem struktur yang mampu merespons gaya gempa secara efektif. Penelitian ini membandingkan dua konfigurasi struktur kolom berjenjang dan kolom tidak berjenjang dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) sesuai ketentuan SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 2847:2019. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS untuk mengevaluasi parameter seperti periode getar, gaya geser dasar, dan simpangan antar lantai. Hasil menunjukkan bahwa struktur dengan kolom berjenjang memiliki periode getar yang lebih pendek, gaya geser dasar yang lebih rendah, serta simpangan antar lantai yang lebih kecil dibandingkan struktur dengan kolom tidak berjenjang. Simpangan maksimum terjadi pada lantai 10, dengan selisih sebesar 19,19% pada arah X dan 16,2% pada arah Y. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kolom berjenjang dapat meningkatkan efisiensi struktur dan performa seismik bangunan bertingkat. Selain itu, konfigurasi kolom berjenjang juga berpotensi mengurangi kerusakan struktural dan meningkatkan kenyamanan penghuni saat terjadi gempa. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan desain struktur tahan gempa di wilayah rawan bencana.
Downloads
References
Afrida, S. N., & Trimurtiningrum, R. (2023). Perbandingan perilaku struktur baja sistem rangka bresing eksentris tipe Two Story-X dan Inverted-V. Jurnal Infomanpro, 12(1), 66–74.
Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 1726:2019 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Jakarta: BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Jakarta: BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2020). SNI 1727:2020 Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. Jakarta: BSN.
Irsyam, M., Hendriyawan, H., & Widodo, D. (2020). Peta sumber dan bahaya gempa Indonesia 2019. Jurnal Geoteknik Indonesia, 7(2), 45–58.
Lestari, D. P., & Suwandi, A. H. (2023). Evaluasi kinerja sistem rangka pemikul momen khusus pada struktur beton bertulang terhadap beban gempa kuat. Jurnal Teknik Sipil dan Infrastruktur, 9(1), 12–21.
Nursani, R., Huseinny, M. S. A., & Suwandy, A. H. (2022). Analisis perbandingan perilaku struktur gedung dengan kolom komposit dan kolom non komposit. Jurnal Teknik Sipil, 18(2), 77–86.
Putra, A. G., Ramadhan, F., & Yusuf, M. (2021). Analisis kapasitas disipasi energi sistem SRPMK pada bangunan tinggi menggunakan ETABS. Jurnal Rekayasa Konstruksi, 10(3), 90–98.
Suharwanto, E., & Nugroho, A. (2022). Mitigasi risiko kegempaan pada bangunan pendidikan di wilayah Yogyakarta. Jurnal Infrastruktur dan Bangunan, 8(2), 55–65.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fernando Priatama, Sudirman Indra, Mohammad Erfan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












